Senin, 19 Mei 2014

setengah hatiku tertinggal-geisha

menangis dalam hatiku
mengingat dirimu
tak seperti dulu...

seperti kosong dan sendiri
mencoba pendam beratnya sepi...

bila ada cinta yang membuatmu merasa nyaman
coba kau katakan
bila benar ada lepaskan hatiku
terlebih dahulu darimu
jika tak lagi cinta,tak apa

pedih rasa hatiku
melihat dirimu tak seperti dulu
seperti kosong dan sendiri
mencoba pendam beratnya sepi
setengah hatiku tertinggal padamu

bila ada cinta yang membuatmu merasa nyaman
coba kau katakan
bila benar ada lepaskan hatiku
terlebih dahulu darimu

bila ada cinta yang membuatmu merasa nyaman
coba kau katakan
setengah hatiku tertinggal padamu

jika tak lagi cinta tak apa
jika tak lagi cinta tak apa

Sabtu, 10 Mei 2014

bertemu untuk berpisah


Semua yang telah berlalu akan menjadi kenangan indah Yang tak akan terlupa
Tawa kita adalah memori indah dan saat aku mengingatnya aku akan tersenyum
Kebersamaan kita adalah masa indah dan rasa bahagia tanpa batas
Tatapan itu akan selalu mengingatkan aku akan cinta yang indah
Senyuman itu membuatku selalu mengingat saat kita pertama kali bertemu
Dan semoga senyum itu pula yang mengantarkan perpisahan indah kita
Aku tak pernah mengerti
Mengapa harus bertemu padahal akhirnya harus terpisah
Terpisah oleh satu janji yang tak bisa ditinggalkan
Janji itu lebih penting dari perasaan ini, aku pun takk mengerti tentang ini
Tapi aku beruntung telah merasakan cinta yang lembut darimu
Setelah ini akan ada masa yang lebih membahagiakan dari yang telah kita lewati
Walaupun suatu saat nanti aku berharap Tuhan masih mempertemukan kita
Lalu duduk berdua disuatu tempat yang indah
Menceritakan kenangan kita yang indah, dulu…
Dan memperbincangkan orang-orang yang nanti mencintai dan dicintai,aku-kamu.

Kamis, 08 Mei 2014

Menyambut senyummu


Senyummu yang slalu kunanti saat aku membuka kedua mata ini. Senyummu bagaikan air dipadang pasir yang tandus…melegakan, bagaikan pohon rindang…meneduhkan jiwa ini. Saat fajar menyingsing dengan gagah, membiarkan sinarnya memasuki celah-celah jendela lalu menerpa wajahku, seakan berseru memanggilku untuk bangun dan melewati hari baru yang penuh dengan peristiwa, saat itu pula ku ingin engkau ada dihadapanku, memberikan senyuman indahmu untuk mengawali hari yang akan lebih indah karenamu.

Entah berapa malam sudah kita lewati bersama, tak terhitung banyaknya bagaikan bintang dilangit, terhampar tak terhitung, kecil, kadang tak Nampak namun cahayanya bersinar terang membuat siapapun yang memandang merasakan ketenangan di dalam jiwa.

Saat malam tiba… ku ingin engkau selalu disampingku, bercerita kisah  hari-hari yang telah terlewati, hari yang penuh lelah, dihiasi canda dan tawa dan kadang kala terisi riak-riak amarahmu namun tetap penuh kelembutan, ya…aku tetap merasakan kelembutan itu.

Kubiarkan semuanya berlalu, segala hal yang datang lalu pergi tanpa meninggalkan sisa, namun tidak dengan engkau, tidak dengan senyummu. Senyum indahmu tak ingin kulewati walau sehari saja. Senyuman yang selalu ada dalam aliran darah, dalam denyut nadi, dalam setiap detakan jantung yang begitu cepat. Sungguh begitu indah. Sungguh memberikan semangat yang begitu khusus dalam diriku.

Ibu…

senyummu, dapat meredam hujan badai yang akan jatuh menghujam bumi tanpa permisi, begitu cepat. Dapat menyejukkan kala terik matahari menyengat kulit dan membawa dahaga. Dapat menenangkan badai gelombang dilautan yang bagaikan amarah tak terbendung. Senyummu yang terhebat, begitu indah untukku.

Tetaplah disisiku, menemani malam-malam yang akan kita lewati bersama, terlelap dalam tdiur dan menyambut pagi dengan senyummu.

 I love u mami